Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Geger Video Viral! Menu MBG di SMP N 2 Tebing Tinggi Diduga Basi, Siswa Takut Keracunan dan Kembalikan Makanan

EMPAT LAWANG – Jagat media sosial di Kabupaten Empat Lawang dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan kondisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP N 2 Tebing Tinggi pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam video tersebut, para siswa tampak enggan menyantap jatah makanan mereka karena diduga telah basi dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Karena khawatir akan risiko keracunan, para siswa secara kompak memilih untuk tidak memakan menu tersebut. Sebagian besar paket makanan akhirnya dikembalikan ke pihak penyedia. Aksi ini diambil sebagai langkah antisipasi mengingat kesehatan siswa menjadi taruhan utama dalam pelaksanaan program ini. Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pasokan makanan untuk SMP N 2 Tebing Tinggi tersebut diketahui berasal dari unit dapur yang berlokasi di area Jalan Poros, Tebing Tinggi. Dugaan adanya kelalaian dalam proses pengolahan atau distribusi mencuat setelah kualitas makanan yang sampai ke tangan siswa dinilai jauh dari sta...

PENGHORMATAN TERAKHIR, BUPATI EMPAT LAWANG HADIRI PEMAKAMAN H. ALEX NOERDIN

PALEMBANG, – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi pemakaman mantan Gubernur Sumatera Selatan periode 2008–2018, H. Alex Noerdin, yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis (26/2/2026). Jenazah almarhum dihantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di Pemakaman Keluarga, TPU Kebun Bunga, Palembang. Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., didampingi Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Empat Lawang, hadir langsung untuk bertakziah ke rumah duka. Tidak hanya sekadar berkunjung, Bupati beserta istri juga mengikuti seluruh rangkaian prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang akrab disapa pelopor berobat dan sekolah gratis tersebut. Kehadiran ini merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa mendalam atas wafatnya beliau. Bagi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, H. Alex Noerdin adalah sosok pemimpin visioner yang telah banyak berjasa serta memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Provinsi Sumatera Selatan di...

Sorotan Tajam! Oknum BPD dan Perangkat Desa di Empat Lawang Rangkap Jabatan PPPK, Warga: "Cari Kerja Susah, Kami Butuh Perbaikan Sistem "

EMPAT LAWANG ,– Isu banyaknya rangkap jabatan di lingkungan pemerintahan desa di Kabupaten Empat Lawang kembali mencuat dan memicu keresahan masyarakat. Sejumlah oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga ketua RT/RW diduga kuat merangkap jabatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Praktik rangkap jabatan ini menuai keluhan pedas dari masyarakat, terutama para pencari kerja di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Di tengah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan di Kabupaten Empat Lawang, monopoli jabatan oleh segelintir oknum dinilai mencederai rasa keadilan di kabupaten Empat Lawang. " Sangat miris, banyak pemuda dan sarjana di Empat Lawang yang menganggur dan susah cari kerja. Sementara di desa, ada oknum yang sudah jadi BPD atau perangkat desa, tapi masih mengambil jatah PPPK. Ini namanya serakah dan menutup rezeki orang lain ," ungkap seorang warga Secara aturan, rangkap jabatan bagi penerima gaji dari keuangan negara (AP...

Dugaan Pungli di Balik Razia Balap Liar, Oknum Anggota Polres Empat Lawang Disebut Minta Tebusan Rp1 Juta

EMPAT LAWANG – Unit Pidum Satreskrim Polres Empat Lawang melakukan penggerebekan aksi balap liar di jalan lintas Desa Ulak Dabuk, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang, pada Selasa (24/2/2026). Dalam operasi tersebut, beberapa unit sepeda motor berhasil diamankan petugas.  Para peserta balap liar yang terjaring diketahui berasal dari beberapa desa tetangga, di antaranya Desa Ujung Alih, Desa Remantai, Desa Kemaang, dan Desa Canggu. Namun, di tengah upaya penertiban tersebut, muncul isu miring terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Seorang warga Desa Remantai mengungkapkan bahwa pihak keluarga diminta menyediakan uang sebesar Rp1.000.000 agar kendaraan yang disita dapat dikeluarkan segera dari Mapolres Empat Lawang. “ Keponakan saya sendiri diminta uang Rp1.000.000. Setahu saya,ada tiga orang lainnya juga yang diminta nominal yang sama agar motornya bisa keluar malam ini ,” ujar warga tersebut kepada awak media. Saat dikonfirma...

Respons Keluhan Warga Di media Sosial, Polsek Tebing Tinggi Tertibkan Balap Liar di Desa Sawa

EMPAT LAWANG ,- Menindaklanjuti banyaknya keluhan masyarakat dan laporan yang sempat viral di media sosial, jajaran Polsek Tebing Tinggi menggelar razia penertiban aksi balap liar di Desa Sawa, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, pada Senin sore (23/2). Penertiban ini dilakukan setelah warga setempat dan para pengguna jalan mengeluhkan kebisingan serta risiko kecelakaan akibat aksi nekat para remaja yang menjadikan jalan umum di Desa Sawa sebagai lintasan pacu. Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di platform media sosial, yang kemudian segera direspons oleh pihak kepolisian demi menjaga ketertiban umum. Dalam giat yang dilakukan secara mendadak pada Senin sore tersebut, personel kepolisian berhasil mengamankan beberapa unit sepeda motor yang terlibat dalam aksi balap liar maupun yang menggunakan knalpot brong. Para remaja yang terjaring di lokasi langsung diberikan pembinaan di tempat, sementara kendaraan mereka diangkut ke Mapolsek untuk diproses lebih lanjut. "...

Anggaran Makan MTQ Empat Lawang Diduga Dikorupsi: Peserta Keluhkan Nasi Dibatasi dan Snack Basi

EMPAT LAWANG, – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kabupaten Empat Lawang yang seharusnya khidmat, justru diwarnai keluhan tak sedap dari para peserta. minggu 15 Februari 2026 Sejumlah rombongan kafilah mengaku merasa terzalimi akibat minimnya fasilitas konsumsi yang disediakan oleh pihak panitia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para peserta mengeluhkan adanya pembatasan jatah makan yang hanya dijatah untuk 50 orang per kecamatan. Ironisnya, saat peserta menanyakan perihal keterlambatan makanan, pihak panitia di lapangan justru berdalih harus menunggu kiriman nasi dari wilayah Pendopo. "Ujo dibatasi cuma 50 peserta per kecamatan, itu pun lah nunggu lamo. Pas makanan datang, kawan-kawan lah banyak balik. Uji panitia nunggu nasi datang dari Pendopo kudai, alangke nemano," keluh salah satu sumber peserta dengan nada kecewa. Tak hanya soal jumlah, kualitas makanan pun menjadi sorotan tajam. Menu yang diterima hanya berupa nasi telur atau nasi l...

Tim ELANG Polres Empat Lawang Amankan Tersangka Penghalang PenggerebekanL adang Ganja Seluas 3 Hektare

EMPAT LAWANG,-  Tim ELANG Polres Empat Lawang berhasil mengamankan kembali seorang tersangka atas nama Feri bin Herman yang diduga menghalangi proses pengungkapan ladang ganja saat operasi penindakan berlangsung. Peristiwa tersebut terjadi saat petugas melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi ladang penanaman ganja. Dalam proses penindakan, tersangka Feri bin Herman diduga melakukan tindakan perintangan terhadap aparat penegak hukum guna menghambat jalannya operasi pekat musi 2026. Berkat kesigapan dan langkah terukur Tim ELANG, tersangka berhasil diamankan Selanjutnya, yang bersangkutan dibawa ke Mapolres Empat Lawang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Polres Empat Lawang menegaskan komitmennyad alam memberantas segala bentuk tindak pidana narkotika serta tidak akan mentolerir setiap upaya yang menghambat proses penegakan hukum.

IKPM Sumatera Selatan–Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang

EMPAT LAWANG, — Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan silaturahmi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Empat Lawang yang dipimpin langsung oleh Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, didampingi Asisten III, jajaran DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Kominfo, serta BPKAD. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara mahasiswa dan pemerintah daerah. IKPM Sumatera Selatan–DIY yang menaungi 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah di tanah perantauan. Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan–DIY, Thomas Antoni, menyampaikan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap pembangunan daerah. “ Mahasiswa adalah aset daerah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat dukungan terhadap program kerja I...

Miris! Sudah 3 Bulan Kasus Pelecehan Oknum Sopir Travel 'Tami' Mandek, Korban Malah Merasa Diolok-olok Penyidik Polres Empat Lawang

EMPAT LAWANG – Keadilan bagi korban kekerasan seksual di Kabupaten Empat Lawang nampaknya masih jauh dari harapan. Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa seorang perempuan berinisial E, dengan terduga pelaku oknum sopir travel Loket Tami, hingga kini masih "jalan di tempat" meski laporan sudah resmi masuk lebih dari tiga bulan lalu. Bukannya mendapat perlindungan dan pengayoman, E mengaku mengalami pengalaman pahit saat menjalani pemeriksaan ulang di polres Empat Lawang. E menyatakan dirinya sudah berkali-kali dipanggil penyidik untuk dimintai penjelasan ulang. Namun, dalam proses tersebut, ia justru merasa dipojokkan dan diolok-olok oleh oknum penyidik, yang seolah-olah meragukan dan menghina dirinya. " Saya sudah trauma karena kejadian itu, tapi saat saya di mintai lagi penjelasan di Polres saya merasa tidak nyaman. Bukannya didukung, saya malah merasa dipojokkan dan seperti dijadikan bahan ejekan oleh penyidik ," keluh E dengan nada kecewa. Informasi yang b...

Dugaan Aroma Penyimpangan Dana Desa Muara Danau 2024 Tercium, APH Didesak Segera Periksa Kades

POTO HANYA SEKEDAR PELENGKAP BERITA EMPAT LAWANG ,– Dugaan manipulasi data laporan penggunaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024 di Desa Muara Danau, Kecamatan Lintang Kanan, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, sejumlah item kegiatan dengan nominal fantastis dinilai tidak selaras dengan kondisi di lapangan, sehingga memicu keresahan dan pertanyaan besar dari masyarakat setempat. Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim media, terdapat 12 poin kegiatan yang disinyalir menjadi celah terjadinya potensi kerugian negara. Salah satu yang paling mencolok adalah anggaran Peningkatan Produksi Peternakan yang menelan biaya sebesar Rp155.386.000 , serta pos anggaran Lain-lain kegiatan sub bidang Penanaman Modal senilai Rp96.198.500 . Masyarakat mempertanyakan efektivitas dan keberadaan fisik dari program-program tersebut. Selain itu, anggaran Penyelenggaraan Posyandu sebesar Rp57.930.000 dan Penanggulangan Bencana senilai Rp36.000.000 juga masuk dalam daftar anggaran yang dicurigai tidak te...

Tiga Pelaku Perjudian Sabung Ayam Di Bebaskan, Uang 30 Juta Kini Jadi Perbincangan

EMPAT LAWANG ,– Penggerebekan arena judi sabung ayam di Desa Karang Are, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, kini mendadak jadi sorotan publik Pasalnya, tiga orang yang sebelumnya diamankan polisi disebut-sebut warga sekitar diduga telah dilepaskan dengan tebusan uang sebesar Rp 30 juta. Informasi ini mencuat setelah beberapa warga setempat memberikan keterangan. Mereka menyebut dugaan adanya uang yang dibayarkan agar ketiga orang tersebut bisa keluar. Sebelumnya, unit Pidum yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Julius melakukan penggerebekan pada Jumat 13 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, polisi juga mengamankan 15 unit sepeda motor berbagai merek yang berada di lokasi sabung ayam. Namun dari berbagai sumber yang dihimpun, diduga beberapa motor disebut sudah dikeluarkan dengan tebusan nominal pun bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kabar dilepasnya tiga orang berinisial ZR, AM, dan RD dibenarkan oleh sejumlah warga. Salah satunya wa...

Gaji Buta di Pemdes Megang Sakti V: Oknum Perangkat Desa Diduga "Makan Gaji" Tanpa Pernah Ngantor

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Tata kelola pemerintahan Desa Megang Sakti V, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas, kini berada di bawah sorotan tajam pasalnya dugaan ketidakprofesionalan mencuat setelah salah satu oknum staf urusan (Kaur) keuangan, Imawan Susanto, dituding mangkir dari tugasnya selama masa jabatan berjalan, namun tetap rutin menerima gaji penuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal pemerintah desa, kehadiran Imawan di kantor desa dianggap sebagai fenomena langka. Ia disebut-sebut hanya menampakkan batang hidungnya pada hari-hari tertentu, terutama saat pembagian bantuan atau pencairan gaji. "Dia tidak aktif masuk kerja. Kalau masuk itu biasanya cuma kalau mau ada bantuan atau pas gajian saja," ungkap seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ketidakberanian pihak pemerintah desa untuk menegur tindakan indisipliner ini diduga kuat karena faktor balas budi politik. Imawan disebut-sebut merupakan bagian dari ...

DANA BOS PADA SMP NEGERI 4 TEBING TINGGI KINI JADI SOROTAN PUBLIK, APH DIMINTA UNTUK SEGERA LAKUKAN PEMERIKSAAN

EMPAT LAWANG, -  Pihak sekolah SMP NEGERI 4 Tebing Tinggi telah melaporkan pengunaan dana BOS pada tahun 2025 untuk Pemeliharaan Sarana Prasarana dan Perkembangan Perpustakaan yang menelan anggaran begitu fantastis mencapai hampir 30 juta. Laporan pengunaan dana BOS tersebut kini menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat setempat serta para wali murid. Apakah laporan tersebut sesuai dengan fakta dilapangan? Untuk memastikan laporan pengunaan dana BOS tersebut awak media telah melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah SMP NEGERI 4 Tebing Tinggi melaui via whatsapp di nomor 0813-80xx-xxxx, namun sayangnya, sampai berita ini di terbitkan kepala sekolah belum bisa memberikan keterangan atas pengunaan dana BOS tersebut. Hal ini kini menjadi pertanyaan besar, ada apa dengan dana BOS tersebut? Awak media meminta kepada pihak yang berwajib untuk segera melakukan pemeriksaan dana BOS pada SMP N 4 tersebut, agar hal ini tidak menjadi pertanyaan bagi masyarakat dan parah wali mu...

Wujudkan Indonesia Asri, Tripika Muara Beliti “Serbu” Tumpukan Sampah di Pasar Metau

MUSI RAWAS – Sumselinfo .com Menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah), unsur Tripika Kecamatan Muara Beliti bergerak serentak melakukan aksi bersih-bersih atau kurve massal di kawasan Pasar Metau, Kelurahan Muara Beliti, Selasa (24/06/2025) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya, bersama Camat Muara Beliti, Supriadi. Sinergi ini juga melibatkan personel dari Posramil Muara Beliti, staf kecamatan, hingga perangkat kelurahan setempat. Bukan sekadar seremonial, aksi kurve kali ini menyasar titik-titik krusial yang menjadi pusat tumpukan sampah di area pasar. Seluruh personel bahu-membahu membersihkan lingkungan sekitar demi menjamin kenyamanan pedagang maupun pembeli. "Kegiatan ini adalah langkah nyata kita di tingkat kecamatan untuk menyukseskan visi Presiden Prabowo Subianto. Kita ingin ruang publik, khususnya pasar, menjadi te...

7 Pelaku Narkoba diamankan Polres Musi Rawas selama Januari 2026.

Musi Rawas - Sumselinfo.com Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Rawas terus hadir, dalam pengungkapan kasus tindak pidana penyalagunaan narkotika di wilayah kabupaten Musi Rawas. Tercatat selama bulan Januari tahun 2026, Tim Tindak Elang Musi (Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Rawas) telah mengungkap 6 Kasus dengan 7 orang Pelaku yang telah ditetapkan sebagai Tersangka, dengan variatif barang bukti narkotika yang berhasil diamankan, berupa 81 Paket kecil dan sedang narkotika jenis Sabu serta 10 butir narkotika jenis ekstasi. Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta didampingi Kasat Reserse Narkoba IPTU Jemmy Amin Gumayel menjelaskan, "dari 7 Pelaku yang kita amankan, 1 orang perempuan dan 6 orang lainnya laki-laki, untuk akumulasi bobot barang bukti (brutto) yaitu narkotika jenis sabu seberat 27,84 gram sedangkan jenis ekstasi seberat 2,72 gram, saat ini 7 Tersangka sudah kami lakukan penahanan, adapun inisial para Tersangka yaitu RU (perempuan) dan NA (laki-lak...

Aksi Nyata Nasrun di Mana Resmi: Menjawab Jeritan Lansia dengan Misi Kemanusiaan

MUSI RAWAS – Sumselinfo.Com Fenomena kemiskinan ekstrem yang menimpa Kakek Guntur (70) di Desa Mana Resmi, Kecamatan Muara Beliti, menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan sosial di Kabupaten Musi Rawas. Menanggapi jeritan lansia yang viral tersebut, Ketua DPD Partai Nasdem Musi Rawas, Nasrun, SE, Merespon Cepat dengan mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan darurat, Minggu (01/02/2026). Nasrun, yang diketuai juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Fraksi Nasdem dua periode ini tidak hanya datang membawa bantuan sembako, tetapi juga membawa misi politik kemanusiaan untuk menggugat sistem distribusi bantuan yang dianggap belum menyentuh akar rumput. Di tengah gempuran program pembangunan, Kakek Guntur justru hidup dalam ketidakpastian. Saat diajak berkomunikasi dengan bahasa daerah oleh Nasrun, jawaban sang kakek mencerminkan keputusasaan rakyat kecil yang sering kali terlupakan oleh sistem. "Aku berharap kedepannya aku bisa dapat bantuan lagi, k...