Langsung ke konten utama

Aksi Nyata Nasrun di Mana Resmi: Menjawab Jeritan Lansia dengan Misi Kemanusiaan



MUSI RAWAS – Sumselinfo.Com
Fenomena kemiskinan ekstrem yang menimpa Kakek Guntur (70) di Desa Mana Resmi, Kecamatan Muara Beliti, menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan sosial di Kabupaten Musi Rawas. Menanggapi jeritan lansia yang viral tersebut, Ketua DPD Partai Nasdem Musi Rawas, Nasrun, SE, Merespon Cepat dengan mendatangi lokasi untuk memberikan bantuan darurat, Minggu (01/02/2026).

Nasrun, yang diketuai juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Fraksi Nasdem dua periode ini tidak hanya datang membawa bantuan sembako, tetapi juga membawa misi politik kemanusiaan untuk menggugat sistem distribusi bantuan yang dianggap belum menyentuh akar rumput.

Di tengah gempuran program pembangunan, Kakek Guntur justru hidup dalam ketidakpastian. Saat diajak berkomunikasi dengan bahasa daerah oleh Nasrun, jawaban sang kakek mencerminkan keputusasaan rakyat kecil yang sering kali terlupakan oleh sistem.

"Aku berharap kedepannya aku bisa dapat bantuan lagi, kalau dapat alhamdulillah kalau idak yoo dak apo-apo," ucap Kakek Guntur lirih.

Kalimat "tidak apa-apa" tersebut menjadi sorotan tajam. Nasrun menilai hal ini adalah bentuk kepasrahan yang menyayat hati dan tidak boleh dibiarkan di daerah yang memiliki anggaran kesejahteraan rakyat.

Nasrun menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar ajang bagi-bagi beras, melainkan komitmen untuk mengawal hak konstitusional warga negara. Ia secara spesifik menyoroti program Bedah Rumah yang seharusnya sudah dinikmati oleh warga seperti Kakek Guntur.

"Saya berdiri di sini sebagai wakil rakyat Hak-hak Kakek Guntur, terutama program bedah rumah dari pemerintah pusat, adalah harga mati yang harus diperjuangkan. Jangan sampai program pemerintah hanya indah di atas kertas tapi tidak sampai ke rumah-rumah reot seperti ini," tegas Nasrun dengan nada bicara yang tajam.

Nasrun mengingatkan pemerintah daerah bahwa penanganan lansia terlantar harus menjadi atensi prioritas. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap data kemiskinan di Musi Rawas agar bantuan tidak hanya bersifat insidental saat ada kasus yang viral di media sosial.

"Kakek Guntur adalah potret nyata. Masih banyak 'Guntur-Guntur' lain yang mungkin tidak terpantau kamera. Pemerintah harus jemput bola, jangan menunggu viral baru bergerak," pungkasnya.(Red).

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

SADIS! Guru SMK Negeri 3 Empat Lawang Dikeroyok hingga dipukul di jalan umum.

EMPAT LAWANG,-  Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindak kekerasan yang tidak berperikemanusiaan. Seorang guru perempuan berinisial S, pengajar di SMK Negeri 3 Empat Lawang, menjadi korban penganiayaan brutal yang terjadi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Pasemah Air Keruh, pada Minggu sore, 25 Januari 2026. Peristiwa bermula ketika korban mengendarai mobil dari Desa Padang Bindu menuju mesin ATM. Saat melintas di gang sempit menuju jalan raya, hampir terjadi senggolan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh salah satu pelaku. Meski korban telah lebih dahulu melewati gorong-gorong sempit, pelaku justru mengambil posisi di tengah jalan dan melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Untuk menghindari konflik, korban memilih melanjutkan perjalanan. Namun, saat dalam perjalanan pulang dari ATM, korban kembali dihadang di jalan oleh dua perempuan bersaudara kembar. Keduanya terlihat memegang batu dan memaksa korban menghentikan kendaraan. Mobil korban dipukul, korban diancam, d...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...