EMPAT LAWANG – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun anggaran 2025 di SMPN 1 Saling, Kabupaten Empat Lawang, kini menjadi sorotan tajam. Dana sebesar lebih dari Rp 356 juta diduga kuat tidak direalisasikan secara transparan dan terindikasi adanya praktik penggelembungan harga (mark-up) serta laporan fiktif. Berdasarkan data Laporan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang berhasil dihimpun, ditemukan sejumlah kejanggalan pada harga pengadaan peralatan sekolah yang dinilai jauh melampaui harga pasar. Beberapa item yang memicu kecurigaan di antaranya adalah pengadaan pengeras suara (TOA) yang dianggarkan sebesar Rp 1.750.000, baterai ukuran besar senilai Rp 690.000, serta pengadaan papan tulis dan kursi plastik yang masing-masing menelan biaya fantastis sebesar Rp 5.000.000. Kejanggalan semakin menguat pada pos pengadaan bahan praktik pembelajaran dengan total anggaran Rp 12.600.000. Dalam laporan tersebut tercatat pembelian: 10 buah Bola Voli: ...
Eskalasi konflik antara Iran dan sejumlah kekuatan Barat dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut tidak lagi bersifat regional, melainkan memiliki dampak global, terutama terhadap harga energi dan stabilitas pasar keuangan. Ketua Bidang Demokrasi dan Politik HMI Cabang Jakarta Selatan, Rizky Kabalmay, mengatakan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik tersebut dapat memberi tekanan terhadap perekonomian nasional. Menurut dia, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi dari kawasan Timur Tengah membuat setiap lonjakan harga minyak berdampak langsung pada inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah. “Konflik ini bukan hanya isu luar negeri. Dampaknya bisa terasa langsung pada ruang fiskal negara, subsidi energi, hingga daya beli masyarakat,” kata Rizky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/3/26). Ia menjelaskan, peningkatan harga minyak global berpotensi memperbesar beban subsidi dan mempersempit...