Notification

×

Iklan

Iklan

KONTRAK MAU HABIS BULAN INI! PT GAMA BELUM BAYAR GAJI PETUGAS KEBERSIHAN 3 BULAN. NASIB PETUGAS KEBERSIHAN DIPERTARUHKAN

Kamis, 05 November 2026 | November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T05:48:12Z



EMPAT LAWANG – Nasib tragis menimpa puluhan petugas kebersihan di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Di tengah keringat yang mengucur demi menjaga kebersihan daerah, hak mereka justru dikebiri. Gaji puluhan pejuang kebersihan ini terancam hangus dan tidak dibayar selama tiga bulan oleh pihak ketiga, PT Gama.



Ironisnya, dugaan penahanan hak buruh ini terjadi di detik-detik akhir masa kontrak kerja PT Gama selaku pemenang tender outsourcing. Perusahaan tersebut diketahui akan segera angkat kaki dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Empat Lawang pada pertengahan November 2026 ini.


Jeritan para petugas kebersihan memuncak setelah PT Gama baru-baru ini hanya mencairkan satu bulan gaji. Padahal, kewajiban perusahaan yang menunggak menyentuh angka empat bulan.


"PT Gama ini modal dengkul! Mereka cuma mengandalkan uang pencairan dari Pemkab Empat Lawang. Karena tidak punya dana talangan, akhirnya gaji kami yang jadi korban dan tersendat sampai tiga bulan," ungkap beberapa petugas kebersihan dengan nada geram dan kecewa.


Para petugas sempat melayangkan protes keras saat pembagian gaji yang dinilai tidak manusiawi tersebut. Mereka khawatir, begitu masa kontrak PT Gama habis di pertengahan November ini, perusahaan akan melenggang pergi dan memutih-hitamkan nasib keringat mereka.


Sengkarut ini kian pelik dengan adanya aksi saling lempar tanggung jawab di internal manajemen PT Gama. Saat dikonfirmasi, Koordinator Kabupaten PT Gama, Eko—yang diketahui juga merupakan anggota kepolisian di bagian Intel—memilih cuci tangan dari urusan finansial tersebut.


"Maaf kak, kalau soal pembayaran itu tanya langsung dengan Pak Maman sebagai direktur. Kalau kami hanya mengatur di lapangan, bukan masalah keuangan. Terima kasih," ujar Eko saat dimintai keterangan.


Namun, setali tiga uang, Maman yang ditunjuk sebagai Direktur PT Gama justru memilih bisu dan bungkam seribu bahasa. Tidak ada satu patah kata pun penjelasan yang keluar dari mulut sang direktur terkait alasan penahanan hak para pekerja tersebut.


Sikap bungkamnya pihak manajemen dan aksi saling lempar tanggung jawab ini semakin memperkencang spekulasi bahwa PT Gama memang tidak memiliki iktikad baik menjelang habisnya masa kontrak kerja mereka.

Masyarakat kini menunggu ketegasan Penjabat Bupati Empat Lawang dan Kepala DLH. Akankah Pemkab membiarkan PT Gama melenggang bebas dari bumi Saling Keruani Sangi Kerawati tanpa menyelesaikan hak-hak wong cilik yang sudah habis-habisan diperas keringatnya?

×
Berita Terbaru Update