EMPAT LAWANG — Persoalan antrean kendaraan di SPBU Talang Banyu yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengepul BBM bersubsidi kembali menjadi sorotan.
Antrean kendaraan bahkan disebut memanjang hingga mengganggu badan Jalan Lintas Sumatera. Kondisi ini membuat masyarakat resah karena tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai dugaan pengisian BBM subsidi secara berulang oleh kendaraan tertentu.
Menariknya, ketika persoalan kemacetan mencuat, Satlantas Polres Empat Lawang bergerak cepat.
Petugas turun langsung ke lokasi dan memberikan pengarahan kepada pengelola SPBU agar antrean kendaraan tidak kembali mengganggu kelancaran lalu lintas.
Langkah Satlantas tersebut menunjukkan adanya respons cepat terhadap keluhan masyarakat.
Namun, pertanyaan lain kini muncul: bagaimana dengan dugaan aktivitas pengepul BBM bersubsidi yang disebut-sebut masih berlangsung?
Jika persoalannya hanya kemacetan, Satlantas sudah menunjukkan tindakan di lapangan.
Tetapi jika ditemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, publik tentu menunggu apakah Unit Pidsus Polres Empat Lawang juga akan turun tangan melakukan pemeriksaan dan penindakan sesuai kewenangannya.
Jangan sampai persoalan hanya berhenti pada pengaturan kendaraan, sementara dugaan praktik pengepulan BBM bersubsidi justru tidak tersentuh.
Di tengah sorotan tersebut, beredar pula informasi mengenai dugaan adanya setoran bulanan dari pengepul kepada oknum anggota Pidsus Polres Empat Lawang. Dua nama berinisial YM dan YN bahkan disebut dalam isu yang beredar tersebut.
Kanit Pidsus Polres Empat Lawang saat dikonfirmasi pada Senin, 14 September 2026, dengan tegas membantah atas isu yang beredar tersebut.
"Bahwasannya pemberitaan tersebut tidak benar. Pak izin saya lagi nyetir OTW Palembang. Besok mau Rakernis di Polda. Kalau sudah sampai nanti saya jawab," tulisnya.
Bantahan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan ini. Namun, di sisi lain, publik tetap berhak mempertanyakan sejauh mana pengawasan dan penindakan terhadap dugaan pengepul BBM subsidi di SPBU Talang Banyu.
Masyarakat tidak membutuhkan sekadar antrean yang ditertibkan.
Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, bukan justru diduga berulang kali dibeli dalam jumlah tertentu untuk kepentingan pengepul.
Kini sorotan bukan hanya tertuju kepada pengelola SPBU dan aktivitas antrean kendaraan.
Publik juga menunggu ketegasan Pidsus Polres Empat Lawang.
Satlantas sudah menunjukkan respons terhadap persoalan kemacetan.
Lantas, apakah Pidsus akan menunjukkan respons yang sama terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dan akan memberikan tindakan terhadap oknum-oknum yang dimaksud?
Pertanyaan itu kini berada di hadapan aparat penegak hukum dan pihak Pertamina.
Sebab, jangan sampai masyarakat sudah kesulitan mendapatkan BBM untuk mencari nafkah, sementara dugaan praktik pengepulan justru terus menjadi persoalan berulang.
