MUSI RAWAS — Sumselinfo.com
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Musi Rawas menggelar pelatihan jurnalistik bertajuk “Meningkatkan Kompetensi Wartawan melalui Karya Jurnalistik Kompetitif untuk Kemajuan Daerah” dengan tagline “Menulis dengan Perspektif, Berkarya dengan Prestasi”.
Kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas dan daya saing jurnalis lokal ini dihadiri oleh Asisten II Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Musi Rawas H. Mukhlisin, Kepala Dinas Kominfo Musi Rawas, Kasi Humas Polres Musi Rawas Ipda Aji Lamsari, S.H., serta belasan insan pers peserta pelatihan.
Ketua PWI Musi Rawas, Juan Silitonga, menekankan pentingnya penguasaan teknik penulisan modern seperti feature dan storytelling agar wartawan daerah mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi.
"Melalui pelatihan ini, kita berharap seluruh peserta memperoleh bekal baru dalam menyusun tulisan feature yang kuat serta mengembangkan kemampuan bercerita (storytelling). Goal kita adalah melahirkan karya jurnalistik berdaya saing tinggi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional," ujar Juan Silitonga dalam sambutannya.
Asisten II H. Mukhlisin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemkab Musi Rawas atas inisiatif PWI. Dalam amanat tertulis Bupati, pers dinilai memegang peranan krusial sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Musi Rawas menyambut baik pelatihan ini. Insan pers tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga wajib memastikan bahwa berita yang disajikan akurat, berimbang, dan mencerdaskan," tegas Mukhlisin membaca pesan Bupati Musi Rawas.
Ia juga berpesan agar wartawan senantiasa memerangi penyebaran berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah belah persatuan.
"Jadikan media sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah agar visi dan misi Musi Rawas dapat tersampaikan secara transparan kepada masyarakat luas. Kepada para peserta, ikutilah pelatihan ini dengan antusias dan tunjukkan bahwa Musi Rawas memiliki SDM yang melek literasi informasi," tutupnya.(Red)