Langsung ke konten utama

Proyek Drainase Di Muara Beliti Baru Seumur Jagung Sudah Mengalami Keretakan Parah




Muara Beliti, Sumselinfo.com

Proyek Pengerjaan Dinas pengerjaan umum cipta kerja dan tata ruang perairan (PU CKTRP) Kabupaten musi rawas Menuai Kontroversi Pasalnya Pekerjaan drainase di RT 11 Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, yang seharusnya meningkatkan fasilitas infrastruktur justru dianggap menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Warga mengeluhkan bahwa tanah bekas galian drainase dibuang sembarangan ke badan jalan, yang menyebabkan kondisi jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama saat hujan.


Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan tersebut. "Saat hujan, jalan beton yang terkena tanah galian menjadi sangat licin, bahkan tampak seperti jalan tanah liat. Hal ini jelas membahayakan pengendara, terutama pengendara motor," ujar warga tersebut. Jalan yang semula beraspal kini ditutupi lumpur saat hujan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.


Selain masalah pembuangan tanah galian, masyarakat juga mulai mengkhawatirkan kualitas drainase yang baru dibangun tersebut. Menurut warga, beberapa bagian drainase yang merupakan proyek tahun 2024 itu sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan, padahal pengerjaannya belum lama selesai. "Proyek ini baru selesai, tetapi sudah ada retak di beberapa bagian. Kami khawatir drainase ini tidak akan bertahan lama dan malah menimbulkan masalah banjir," tambah warga tersebut.



Kondisi ini membuat warga merasa dirugikan, mengingat drainase yang dibangun seharusnya berfungsi untuk mengatasi masalah banjir dan menjaga kebersihan lingkungan. Sebaliknya, proyek ini malah memunculkan potensi bahaya baru di jalan raya dan menimbulkan pertanyaan terkait kualitas pengerjaannya.


Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi atas pelaksanaan proyek drainase tersebut. Mereka meminta agar tanah bekas galian tidak lagi dibuang ke badan jalan dan drainase yang retak segera diperbaiki sebelum masalahnya semakin parah. "Kami berharap pemerintah lebih serius mengawasi proyek ini, agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat lebih lanjut," pungkas warga tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek atau pemerintah setempat terkait keluhan warga. Namun, masyarakat berharap agar tindakan segera diambil untuk memastikan kualitas infrastruktur yang layak dan aman bagi semua pengguna jalan.

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...