Warga Tebing Tinggi Beri "Senyum Miris" Usai Polisi Bongkar 20 Hektare Ladang Ganja di Bukit Ekstrem
Di satu sisi, warga mengapresiasi kerja keras petugas yang harus berjalan kaki selama 8 jam melintasi medan sulit untuk mencapai lokasi. Namun, di sisi lain, prestasi ini disambut dengan senyum satir atau seolah "meolok-olok" karena kontrasnya situasi dengan keamanan di jantung kota.
Warga Tebing Tinggi menyoroti kegigihan polisi menembus hutan rimba, sementara peredaran sabu di pusat kota diduga masih marak dan sangat mencolok. Beberapa poin utama yang menjadi keresahan warga meliputi:
Polisi terbukti mampu membongkar jaringan ganja di lokasi yang sangat tersembunyi dan sulit dijangkau.
Warga mempertanyakan mengapa sementara bandar sabu di pusat kota Tebing Tinggi seolah "bebas berkeliaran" dan berjualan layaknya pedagang kacang di depan mata.
Peredaran Sabu Terang-terangan: Meski polisi kerap melakukan penangkapan pengedar sabu di Tebing Tinggi, seperti penangkapan di Jalan Kampung PJKA baru-baru ini, masyarakat merasa intensitas peredaran sabu masih tinggi dan dilakukan secara terbuka di beberapa titik kota.
Warga berharap "taring" kepolisian yang tajam saat melibas ladang ganja di pelosok juga diterapkan dengan kekuatan yang sama untuk membersihkan bandar-bandar sabu yang merusak generasi muda di wilayah perkotaan.
Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi Polda Sumsel dalam menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkotika. Namun, bagi warga Tebing Tinggi, senyum mereka tetap menjadi pengingat bagi aparat bahwa "PR" besar pembersihan narkoba jenis sabu di lingkungan perkotaan masih menunggu tindakan tegas serupa.
