Klarifikasi Isu Perselingkuhan Oknum Pol-PP dan P3K Damkar Empat Lawang: Hanya Salah Paham Perjalanan Dinas
EMPAT LAWANG – Publik Kabupaten Empat Lawang sempat dihebohkan oleh berita viral terkait dugaan penganiayaan antar rekan kerja yang dipicu isu perselingkuhan. Isu tersebut menyeret nama oknum anggota Satpol-PP berinisial TT dan oknum P3K Damkar berinisial AL.
Guna meluruskan simpang siur informasi, kedua belah pihak bersama suami sah dari TT akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Minggu malam (12/4/2026). Mereka menegaskan bahwa tuduhan perselingkuhan yang beredar di media sosial sama sekali tidak berdasar.
TT, didampingi suaminya, menjelaskan bahwa keberangkatannya dalam Perjalanan Dinas Luar (DL) dilakukan secara profesional dan kolektif, bukan hanya berdua dengan AL seperti yang digosipkan.
"Kami pergi dinas luar itu bukan hanya berdua, tetapi ada rekan-rekan kerja lainnya. Kepergian tersebut juga sepengetahuan dan seizin suami saya," tegas TT.
Senada dengan sang istri, suami TT membenarkan pernyataan tersebut. Ia menyatakan telah mengetahui persis agenda kegiatan istrinya sejak awal dan memberikan dukungan penuh terhadap tugas profesional yang dijalankan TT.
Di sisi lain, AL menyebutkan bahwa keributan yang sempat terjadi kemungkinan besar dipicu oleh miskomunikasi di lingkungan internal keluarganya yang kemudian berkembang menjadi spekulasi liar.
"Mungkin ini ada kesalahpahaman antara keluarga saya dengan saudari TT yang kebetulan ikut dalam perjalanan dinas. Saat ini, komunikasi saya dengan TT maupun keluarganya masih berjalan baik," jelas AL.
Terkait insiden pertengkaran antara saudari DA dan TT yang sempat mencuat sebagai dugaan penganiayaan, dipastikan bahwa hal tersebut murni karena kesalahpahaman atas isu yang tidak benar.
Saat ini, kedua belah pihak telah sepakat untuk menempuh jalan damai secara kekeluargaan. Pihak keluarga juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah termakan spekulasi yang dapat merusak nama baik instansi maupun pribadi yang bersangkutan.
Kini, situasi dilaporkan telah kondusif setelah adanya penjelasan terbuka kepada media, sekaligus menutup polemik yang sempat memanas di tengah masyarakat.
