Langsung ke konten utama

POLRES EMPAT LAWANG AMANKAN DUA PELAKU DUGAAN PENYALAHGUNAAN LPG 3 KG BERSUBSIDI



EMPAT LAWANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Empat Lawang melalui Unit Pidsus sukses membongkar praktik dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar gas LPG 3 kg bersubsidi. Dua orang pria berinisial S.E. (61) dan F.B. (58) kini diamankan untuk menjalani proses hukum.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat pada Kamis (11/3/2026) pagi mengenai adanya aktivitas pengangkutan gas melon ilegal di jalur Jl. Lintas Sumatera Tebing Tinggi menuju Lahat.

Merespons cepat laporan tersebut, tim Unit Pidsus langsung melakukan pengintaian. Sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menghentikan satu unit mobil pick up mencurigakan di area dekat gapura perbatasan Kabupaten Empat Lawang dan Kabupaten Lahat.

Saat bak mobil digeledah, petugas menemukan 55 tabung gas LPG 3 kg berisi penuh dan 5 tabung kosong yang disembunyikan di bawah tumpukan tikar serta banner. Pengemudi mobil, S.E., mengaku mendapatkan barang tersebut dari F.B. seharga Rp35.000 per tabung untuk dijual kembali ke wilayah Kikim Barat, Kabupaten Lahat.

Pengejaran berlanjut hingga pukul 11.30 WIB, di mana petugas berhasil mengamankan F.B. Meski F.B. mengaku memiliki pangkalan resmi, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tidak ada pangkalan LPG yang terdaftar atas namanya.

Kapolres Empat Lawang melalui Satreskrim menyatakan bahwa kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Empat Lawang.

"Para terlapor diduga melanggar Pasal 55 UU RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar," tegas pihak kepolisian. 

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami asal-usul pasokan gas tersebut dan belum diketahui secara pasti CV atau agen mana yang menyuplai gas bersubsidi kepada para pelaku. Koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga terus dilakukan untuk melengkapi berkas penyidikan

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

SADIS! Guru SMK Negeri 3 Empat Lawang Dikeroyok hingga dipukul di jalan umum.

EMPAT LAWANG,-  Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindak kekerasan yang tidak berperikemanusiaan. Seorang guru perempuan berinisial S, pengajar di SMK Negeri 3 Empat Lawang, menjadi korban penganiayaan brutal yang terjadi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Pasemah Air Keruh, pada Minggu sore, 25 Januari 2026. Peristiwa bermula ketika korban mengendarai mobil dari Desa Padang Bindu menuju mesin ATM. Saat melintas di gang sempit menuju jalan raya, hampir terjadi senggolan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh salah satu pelaku. Meski korban telah lebih dahulu melewati gorong-gorong sempit, pelaku justru mengambil posisi di tengah jalan dan melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Untuk menghindari konflik, korban memilih melanjutkan perjalanan. Namun, saat dalam perjalanan pulang dari ATM, korban kembali dihadang di jalan oleh dua perempuan bersaudara kembar. Keduanya terlihat memegang batu dan memaksa korban menghentikan kendaraan. Mobil korban dipukul, korban diancam, d...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...