Isu Open House Bupati Empat Lawang Di Hotel Arista Palembang Dipastikan Hoaks, Diduga Upaya Pembunuhan Karakter
PALEMBANG – Kabar yang beredar di sejumlah media online mengenai kegiatan open house Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., di Hotel Arista Palembang secara resmi dinyatakan sebagai informasi bohong atau hoaks. Berita palsu tersebut diduga sengaja disebarkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana di tengah masyarakat dan menjatuhkan citra politik sang Bupati.
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui dinas terkait telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada agenda open house di hotel mewah tersebut. Sebaliknya, pada momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini, Bupati Joncik Muhammad justru menghadiri kegiatan open house resmi yang digelar oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang pada 22 Maret 2026.
Masyarakat Palembang dan Empat Lawang mencium adanya motif politik di balik penyebaran isu ini. Mengingat posisi Joncik Muhammad sebagai tokoh politik penting di Sumatera Selatan yang baru saja dilantik kembali sebagai Bupati terpilih periode 2025–2030, fitnah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk merusak reputasi atau "pembunuhan karakter" di mata publik.
"Berita ini sangat tidak berdasar. Diduga kuat tujuannya adalah untuk menciptakan sentimen negatif di masyarakat dengan menggambarkan gaya hidup mewah yang tidak sesuai fakta," ungkap salah seorang warga yang mengamati dinamika politik lokal.
Pihak Bupati Empat Lawang dikenal tegas dalam menghadapi fitnah di media sosial dan media online. Sebelumnya, tim kuasa hukum Joncik Muhammad telah melaporkan beberapa akun dan pihak penyebar hoaks terkait isu skandal dan informasi palsu lainnya ke Polda Sumsel. Terkait hoaks open house di Hotel Arista ini, pihak terkait juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi guna menghindari konsekuensi hukum berdasarkan UU ITE.
Saat ini situasi di masyarakat tetap kondusif, dan warga diminta untuk lebih selektif dalam mengonsumsi informasi dari portal berita yang kredibilitasnya belum teruji.
