Langsung ke konten utama

Anggaran Rehab Ruang Kerja Wawako Palembang Rp1,7 Miliar Tuai Kritik Tajam: "Ini Tidak Sensitif Kondisi Rakyat"



PALEMBANG – Alokasi anggaran rehabilitasi ruang kerja Wakil Wali Kota Palembang dalam APBD 2025 sebesar Rp1,7 miliar memicu gelombang protes dari kalangan aktivis. Angka fantastis tersebut dinilai melukai rasa keadilan masyarakat yang saat ini masih berjuang menghadapi kesulitan ekonomi.

Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Nopri Agustian, mengkritik keras kebijakan tersebut. Menurutnya, penggunaan dana miliaran rupiah hanya untuk perbaikan ruang kerja pejabat mencerminkan sikap pemerintah yang tidak prioritas.
Rehab ruang kerja sampai Rp1,7 miliar menurut kami sangat berlebihan. Anggaran sebesar itu bahkan bisa digunakan untuk membangun beberapa rumah masyarakat yang sudah tidak layak huni,” ujar Nopri dalam keterangannya, Selasa (31/03).
Nopri mempertanyakan urgensi di balik proyek tersebut. Ia menilai tidak ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk menggelontorkan dana sebesar itu hanya demi kenyamanan fasilitas kantor, sementara dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat belum terasa signifikan.
Lebih lanjut, ASJ menyoroti kinerja Wakil Wali Kota Palembang yang dianggap belum menunjukkan hasil nyata di lapangan. Renovasi mewah di tengah rapor kinerja yang masih dipertanyakan dinilai hanya akan memperburuk citra pemerintah di mata publik.
Wakil wali kota ini belum terlihat kerja nyatanya, tapi ruang kerjanya justru dibuat terlalu nyaman dengan anggaran miliaran. Ini menimbulkan persepsi negatif,” tegasnya.
Pihak aktivis mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk lebih bijak dan transparan dalam mengelola APBD 2025. Mereka berharap anggaran dialihkan ke program yang lebih menyentuh kebutuhan mendasar warga, seperti pengentasan kemiskinan atau perbaikan infrastruktur publik yang rusak.

Advertisement

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...