Langsung ke konten utama

Panitia Porprov MUBA Diduga Lakukan Kecurangan Terhadap Atlit IPSI Empat Lawang, Kuasa Hukum : Akan Kita Bawa Kerana Hukum

 


PALEMBANG, - Kontingen Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Empat Lawang merasa dirugikan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XV yang berlangsung di Musi Banyuasin.

Ketua IPSI Empat Lawang Lutfan Budi Purnomo mengungkapkan kekecewaannya terhadap panitia penyelenggara yang dinilai tidak adil dalam penghitungan poin.

"Saya sangat kecewa dengan panitia Porprov kali ini, Ketimpangan dalam penghitungan poin sangat jelas terlihat," ujar Lutfan Budi Purnomo.

Ia berharap Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Selatan dapat turun tangan dan bertindak adil serta bijaksana, mengingat ajang ini seharusnya menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial.

Kekecewaan juga dirasakan oleh salah satu atlet IPSI Empat Lawang, Alenski Olivia, yang turun di kelas E Putri. Alenski tampak terpukul dan menangis atas kejadian yang menimpanya.

Pelatih IPSI Empat Lawang menambahkan bahwa ketidakadilan ini sangat jelas terlihat. "Saya sudah lima kali mengikuti Porprov di Sumatera Selatan dan saya paham betul terkait pelanggaran. Dalam kasus ini, atlet kami tidak melakukan pelanggaran," tegasnya.

Menanggapi hal ini, tim kuasa hukum IPSI Empat Lawang, Advokat Herman Hamza, menyatakan akan menggugat persoalan ini ke KONI Provinsi Sumatera Selatan. "Jika terbukti ada pelanggaran oleh panitia, kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum," ungkap Herman.

Sementara itu, sejumlah aktivis Empat Lawang juga menyampaikan akan melakukan aksi turun ke jalan di depan kantor KONI Provinsi Sumatera Selatan jika tidak ada keadilan dalam penyelesaian masalah ini.

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...