Langsung ke konten utama

Masyarakat Desak Evaluasi PT Empat Lawang Agro Perkasa dan KKST atas Kerjasama Plasma yang Buram dan Penelantaran Aset



EMPAT LAWANG,- Pada kamis 24 Juli 2025 Ratusan masyarakat yang tergabung dalam aliansi petani dan warga terdampak hari ini menggelar aksi demonstrasi di depan kantor dan areal PT Empat Lawang Agro Perkasa serta KKST. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan dan desakan kepada dua perusahaan tersebut atas ketidakjelasan serta ketidaktransparanan dalam kerjasama plasma yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

Koordinator aksi, dalam orasinya, menyatakan bahwa masyarakat merasa dikhianati oleh pola kemitraan yang selama ini tidak mencerminkan asas keadilan dan kesejahteraan bersama.

> “Kami tidak pernah diberikan salinan perjanjian yang sah. Bahkan laporan keuangan, hasil panen, dan pembagian hasil tidak pernah transparan. Ini jelas mencederai semangat plasma yang seharusnya menjadi kerja sama saling menguntungkan,” ujar salah satu perwakilan petani.



Selain menyoroti persoalan plasma, massa aksi juga menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas penelantaran tanah dan bangunan perusahaan yang dianggap mangkrak dan tidak digunakan sesuai fungsi produktifnya. Hal ini dinilai merugikan masyarakat karena lahan tersebut justru menjadi lahan tidur yang tidak memberikan manfaat ekonomi ataupun sosial bagi warga sekitar.

Aksi ini juga menyoroti status izin Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak kunjung terselesaikan. Warga menilai perusahaan terkesan abai terhadap kewajibannya menyelesaikan status hukum atas tanah-tanah tersebut karena konflik yang tak kunjung diselesaikan.

> “Konflik yang terus berlangsung ini seolah dibiarkan. Sementara perusahaan tetap beroperasi dengan segala bentuk ketidakteraturan administratif. Ini harus dievaluasi oleh pemerintah daerah maupun pusat,” tegas salah satu aktivis lingkungan yang turut hadir dalam aksi tersebut.



Masyarakat mendesak pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Dinas Perkebunan Kabupaten Empat Lawang, untuk segera melakukan evaluasi total terhadap izin usaha dan HGU perusahaan, serta mendorong penyelesaian konflik agraria secara menyeluruh dan berpihak kepada masyarakat.

Aksi hari ini ditutup dengan penyerahan surat tuntutan resmi yang berisi desakan untuk:

1. Audit dan transparansi penuh atas kerjasama plasma,


2. Evaluasi status tanah dan aset perusahaan yang tidak dimanfaatkan,


3. Penertiban izin HGU yang bermasalah, serta


4. Mediasi terbuka antara masyarakat dan perusahaan dengan difasilitasi langsung oleh pemerintah daerah.



Jika tuntutan ini tidak segera ditanggapi, massa mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar, serta membawa persoalan ini ke ranah hukum dan lembaga pengawas agraria nasional.

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...