Langsung ke konten utama

Pengadaan Kursi di Bappeda Musi Rawas Menuai Beragam Tanda Tanya



MUSI-RAWAS,- Pengadaan Moubiler pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Musi Rawas Tahun Anggaran 2023 Menuai kontroversi, pengadaan Kursi Besi / Metal (Stanles) sejumlah 50 buah yang di belanjakan di hari- hari penghujung bulan Desember tahun 2023 sangatlah janggal, baik dari segi metode pengadaan, harga satuan, serta lokasi pembelanjaan, (9/1/24) 


Dihimupun dari sumber data data yang ada, Pengadaan Kursi Stanles masuk pada paket kegiatan Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor yang di dalam nya terdapat juga pengadaan Infokus dan Scaner Otomatis yang nilainya sejumlah Rp.82.500.000


Menurut sumber data, Jadwal pemilihan penyedia di mulai pada bulan Oktober dan berakhir pada bulan oktober.


Saat di wawancarai di kantornya,(8/1) mengenai mekanisme pengadaan kursi, Widi selaku PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) terlihat irit bicara


Begitu juga dengan Ikhsan selaku Sekretaris Bappeda, ketika dikomfirmasi mengenai anggaran, merek, mekanisme pembelanjaan banyak berkilah


"Itu ranahnya pak kaban, saya mau izin dulu sama pak kaban,"ujar ikhsan


Publik menilai terjadi kongkalikong pada kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan kantor, hal tersebut terlihat dari proses pengadaan barang dan jasa yang berubah ubah dan terkesan di tutup tutupi


Di hari yang berbeda, (9/1) Erwin Syarif selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, menjelaskan lewat saluran telp Whats App, bahwasannya telah memanggil PPTK dan Sekretaris terkait polemik pengadaan tersebut 


"Pengadaan itu melalui PBJ, dan memakai sistem E-Katalog,"terang erwin


Selanjutnya di saat yang sama Erwin mengungkapkan bahwa di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas tidak ada E-Katalog dengan Harga satuan Rp.765.000 


"Itu hanya ada di Kota Palembang dan harga itu sudah termasuk pajak,"pungkas erwin


Aroma kongkalikong kegiatan pengadaan sangatlah kental terasa, publik menilai banyak terjadi kejanggalan dan menuai berbagai macam pertanyaan


Tidak seperti OPD yang lain, Pengadaan yang sifatnya sederhana dan bisa di belanjakan langsung, seolah olah mekanismenya di buat serumit mungkin 


Sampai berita ini di tayangkan, masih terngiang pertanyan publik, mengapa harus beli di Kota Palembang, Mengapa harus E-katalog?, Mengapa pengadaan di laksanakan di akhir tutupnya anggaran?, Jika ada harga yang lebih murah kenapa harus beli yang mahal?mengapa mekanisme pembelanjaan harus di tutup tutupi?mengapa PPTK memaksakan penentuan Merek? Masih banyak pertanyaan yang tidak bisa di uraikan dan hanya tuhan yang tau misteri itu.(Tim )

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...