Langsung ke konten utama

Enam Hari Lagi Menikah, Seorang Pengantin Di Palembang Menghilang



PALEMBANG,- Seorang calon pengantin di Palembang, Sumatera Selatan, yang bernama Junita dilaporkan menghilang jelang enam hari pernikahannya.


Diketahui terakhir kali Junita izin ke keluarga untuk berangkat kerja.


Dilansir dari media detikSumbagsel, pada Jumat 1 Desember 2023, laporan kehilangan itu dibuat sang ayah, Basarudin ke Polsek Sako. Laporan hilangnya Junita itu diterima di Polsek Sako Palembang dengan nomor: L/Gangguan/B/3/XI/2023/PolsekSako/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel, pada Kamis (30/11) yang diterima dan ditandatangani oleh Kepala SPKT Polsek Sako, Aipda M Wahyu Prasetya.


"Iya betul, informasi dari pelapor memang seperti itu," kata Kapolsek Sako AKP Sulis Pujiono dikonfirmasi detikSumbagsel kemarin.


Dalam laporannya tersebut, Basarudin menyebut jika putrinya Junita sudah menghilang sejak Minggu (26/11) sekitar pukul 10.30 WIB di kediamannya yang berada di Jalan Husin Basri, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.


Basarudin juga menjelaskan, pagi sebelum hilang Junita, ia berpamitan berangkat kerja seperti biasa mengendarai motor warna biru bernopol BG 2734 ACY. Selain bermotor sebelum hilang, Junita mengenakan baju lengan panjang abu-abu, celana jeans biru abu-abu dan hijab biru dongker.


Sehari kemudian, Senin (27/11), sekitar pukul 10.00 WIB, sang ibu mendapat kabar dari calon suami Junita, SP, bahwa dia sempat bersama Junita pada Minggu. Sepulang Junita bekerja kemarin sempat dijemput SP dan mampir ke sebuah warung dekat TPU Borang untuk makan bersamanya.


Di sana, SP rupanya sempat meninggalkan Junita untuk pergi sebentar mengantarkan motor temannya, yang SP pinjam. Dan sejak saat itu, keberadaan Junita tak kunjung diketahui sampai saat ini

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...