Langsung ke konten utama

SADIS! Guru SMK Negeri 3 Empat Lawang Dikeroyok hingga dipukul di jalan umum.



EMPAT LAWANG,- Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh tindak kekerasan yang tidak berperikemanusiaan. Seorang guru perempuan berinisial S, pengajar di SMK Negeri 3 Empat Lawang, menjadi korban penganiayaan brutal yang terjadi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Pasemah Air Keruh, pada Minggu sore, 25 Januari 2026.


Peristiwa bermula ketika korban mengendarai mobil dari Desa Padang Bindu menuju mesin ATM. Saat melintas di gang sempit menuju jalan raya, hampir terjadi senggolan dengan sepeda motor yang dikendarai oleh salah satu pelaku. Meski korban telah lebih dahulu melewati gorong-gorong sempit, pelaku justru mengambil posisi di tengah jalan dan melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Untuk menghindari konflik, korban memilih melanjutkan perjalanan.

Namun, saat dalam perjalanan pulang dari ATM, korban kembali dihadang di jalan oleh dua perempuan bersaudara kembar. Keduanya terlihat memegang batu dan memaksa korban menghentikan kendaraan. Mobil korban dipukul, korban diancam, dan dipaksa turun dari mobil dalam kondisi tertekan dan ketakutan.

Situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan terbuka di hadapan umum. Korban ditampar, dijambak, diseret keluar dari mobil hingga terjatuh ke jalan. Salah satu pelaku merobek baju korban, menyebabkan korban dipermalukan di ruang publik. Tidak berhenti di situ, kepala korban dipukul berulang kali menggunakan batu, mengakibatkan benjol dan memar di bagian kepala, disertai pusing serta mual yang masih dirasakan hingga saat ini.

Beberapa warga berusaha melerai. Seorang saksi bahkan mengalami pembengkakan pada tangan saat berusaha melindungi kepala korban dari hantaman batu.

Usai kejadian, korban dalam kondisi trauma berat langsung pulang ke rumah dan melaporkan peristiwa tersebut kepada suaminya. Atas arahan keluarga, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Pasemah Air Keruh dan menjalani pemeriksaan medis atas luka-luka yang dialaminya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian fisik, psikologis, dan moral. Trauma yang dialami mengganggu aktivitas korban sebagai guru dan ibu, terlebih korban memiliki bayi berusia tiga bulan yang membutuhkan perhatian dan ASI secara intensif.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Seorang guru negeri yang seharusnya menjadi simbol keteladanan dan mendapatkan perlindungan justru menjadi korban kekerasan di ruang publik.

Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian. Publik menanti penegakan hukum yang adil dan tegas, agar kekerasan serupa tidak kembali terjadi dan rasa aman warga, khususnya tenaga pendidik, dapat dipulihkan.

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...