Langsung ke konten utama

Perbaikan GAPURA Di Ambil Alih Pemkot Lubuklinggau, Sopir Ucapkan Terimakasih



LUBUKLINGGAU,— Polemik robohnya gapura di kawasan Kenanga II, Kota Lubuklinggau, akhirnya menemui titik terang. Pemerintah Kota Lubuklinggau secara resmi mengambil alih tanggung jawab perbaikan gapura yang tersenggol mobil pengangkut kerupuk milik Meo Tri Susanto. 


Dengan keputusan ini, sopir truk tersebut tidak lagi dibebani biaya perbaikan.


Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau menilai langkah pemerintah sudah tepat, namun menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti pada penyelesaian kasus semata. Pasalnya, gapura tersebut diketahui baru selesai dibangun sekitar tiga minggu sebelum kejadian, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas konstruksi dan pengawasan pembangunan.


Bangunan baru tiga minggu selesai tapi sudah roboh itu tidak wajar. Ini harus dievaluasi secara menyeluruh, bukan hanya gapura ini saja,” tegas perwakilan Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau.


Wali Kota H Racmat Hidayat melalui PLT Kepala Dinas PUPR Kota Lubuklinggau  dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi masyarakat, khususnya rakyat kecil, dari beban yang tidak proporsional.



Pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kecil menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Perbaikan gapura ini kami ambil alih, dan sopir tidak lagi dibebani,” tegas Asril Asri.


Senada dengan itu, AchmadAstil Asri menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan ini harus mengedepankan rasa keadilan dan kemanusiaan.


Kejadian ini menjadi pelajaran penting. Penyelesaian masalah harus mengedepankan empati dan musyawarah, bukan tekanan. Pemerintah memastikan hak masyarakat tetap terlindungi,” ujarnya.


Pihak pemerintah Kota Lubuklinggau siap bertanggung jawab dan akan melakukan evaluasi teknis terhadap pembangunan gapura tersebut.


Kami akan melakukan evaluasi dari sisi perencanaan, konstruksi, hingga pengawasan. Jika ditemukan kekurangan, akan menjadi bahan perbaikan ke depan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Kepala Dinas PUPR.


Di tengah polemik tersebut, Meo Tri Susanto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas kejadian yang terjadi. Ia menegaskan insiden tersebut murni tidak disengaja dan sama sekali tidak diniatkan.


Saya mohon maaf atas kejadian ini. Tidak ada unsur kesengajaan. Saya hanya ingin tetap bekerja dan menafkahi keluarga, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli dan telah membantu,” ujar Meo dengan suara tertahan.


Kepala Desa Sadarkarya mewakili pihak pemerintah dimana Meo Tri Susanto, juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD atas langkah cepat yang diambil, sekaligus memohon maaf apabila kejadian ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.


“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebijakan ini. Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Kepala Desa.


Pemerintah Kota Lubuklinggau menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti rekomendasi DPRD serta memperbaiki tata kelola pembangunan fasilitas umum agar lebih berkualitas, transparan, dan berpihak pada keselamatan publik.


Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas agar kejadian serupa tidak kembali menimpa masyarakat kecil.

Advertisement

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...