Langsung ke konten utama

37 Paket proyek Dinas PU CKTR dan Dinas PU BM Musi Rawas Rugikan Negara 800 juta lebih



Musi Rawas - Pemerintah Kabupaten Musi Rawas mengalokasikan anggaran sebesar Rp532,9 miliar untuk Belanja Barang dan Jasa pada Tahun Anggaran 2023, dengan realisasi mencapai Rp497,07 miliar atau sekitar 93,27% dari total anggaran.


Namun, audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kekurangan volume pada beberapa paket pekerjaan yang menyebabkan kelebihan pembayaran.


Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK nomor 07/LHP/XVIII.PLG/01/2024 mengungkapkan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp657,52 juta terkait kekurangan volume pada 37 paket pekerjaan Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat di tiga SKPD.


BPK menilai kondisi ini melanggar Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, yang telah diperbarui dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.


Hingga saat ini, Rp174,8 juta dari kelebihan pembayaran tersebut telah dikembalikan ke kas daerah, tetapi masih tersisa Rp482,7 juta yang harus dikembalikan.


BPK merekomendasikan agar Bupati Musi Rawas memerintahkan memproses pengembalian kelebihan pembayaran yang tersisa, yaitu Rp453,9 juta dari Dinas PUCKTRP dan Rp28,7 juta dari Dinas PUBM.


Selain itu, BPK menemukan kelebihan pembayaran tambahan sebesar Rp163 juta pada 12 kontrak pekerjaan di empat SKPD. Hingga saat ini, Rp26,6 juta telah disetorkan ke kas daerah, sehingga masih terdapat kekurangan pembayaran sebesar Rp136,3 juta pada delapan proyek di dua SKPD.


Permasalahan ini menyebabkan lebih saji pada laporan belanja sebesar Rp820,5 juta dan menjadi catatan penting untuk perbaikan pengelolaan anggaran.

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...