Langsung ke konten utama

Perjuangan Honorer Di Musi Rawas: Ketua DPRD Siap Biayai Perwakilan ke MenPAN-RB




MUSI RAWAS - Sumselinfo.com

Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cik Olah, meneteskan air mata saat mendengar curahan hati para tenaga honorer yang gagal diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu. Kegalauan ini muncul karena mereka tidak terdaftar dalam database, padahal sudah mengabdi selama bertahun-tahun.


Momen haru ini terjadi dalam audiensi ratusan honorer dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dengan Pemkab Musi Rawas, yang difasilitasi oleh DPRD pada Rabu (17/9/2025). Para honorer meminta Pemkab Musi Rawas memperjuangkan nasib mereka agar bisa diangkat sebagai P3K paruh waktu.


Salah satu honorer, Herda, yang telah mengabdi selama 10 tahun 3 bulan di RS Sobirin, menceritakan bagaimana regulasi yang mensyaratkan masuk database membuat mereka tidak memiliki harapan. Merasa putus asa, mereka patungan untuk mengirim tiga perwakilan ke Jakarta menemui MenPAN-RB.


"Karena hasil patungan tidak mencukupi, akhirnya hanya mengutus tiga orang perwakilan," kata Herda. 


Ia khawatir jika regulasi tidak diubah, akan terjadi PHK massal.


"Tolonglah Pemkab Musi Rawas berupaya memperjuangkan nasib kami, sebagaimana daerah lain yang bupati bahkan gubernurnya langsung datang ke MenPAN-RB," tambahnya.


hal serupa juga disampaikan oleh Hani Oktaviani, seorang Tenaga Kerja Sukarela (TKS) murni di Puskesmas rawat inap Megang Sakti. Hani telah mengabdi lebih dari 10 tahun dan menjadi garda terdepan saat pandemi COVID-19. Namun, harapannya untuk menjadi P3K pupus karena tidak terdaftar dalam database.


"Tolonglah Pak, kami bahkan kalah dengan yang baru dua tahun mengabdi tapi terdaftar data base dan masuk menjadi P3K," kata Hani sambil terisak tangis . 


Ia menegaskan bahwa mereka benar-benar ada dan telah mengabdikan diri untuk Musi Rawas.


Mendengar rintihan para honorer tersebut, Firdaus Cik Olah tak kuasa menahan tangis dan berkali-kali mengusap air matanya.


Dalam forum itu ketua DPRD Musi Rawas firdaus cik olah menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan nasib para honorer, meskipun ada keterbatasan wewenang.


"Berhasil atau tidak itu proses, tapi harus ada tindakan kita terhadap mereka. Terus terang saya miris mendengarnya. Apalagi ada honorer yang usianya 54 tahun," ujar Firdaus.


"Sayang palunya ada di pusat. Jika palunya ada di daerah, palunya ada di saya, saya ketukan langsung palunya." Timbalnya 


Tak hanya itu Firdaus juga menyoroti ketidakhadiran Bupati Ratna Machmud dalam audiensi ini.


"Seharusnya Ibu Bupati ada di tengah kita saat ini. Mereka sudah mengabdi, artinya wajar kita memperjuangkan mereka," tegasnya.


Sebagai bentuk keseriusan, Firdaus Cik Olah berjanji akan membiayai dua orang perwakilan honorer untuk kembali menghadap MenPAN-RB, bahkan hingga ke DPR RI. 


Ia juga mengajak Sekda Musi Rawas untuk bersama-sama memperjuangkan nasib mereka.


Dalam audiensi tersebut, Sekda Musi Rawas, Ali Sadikin, menyampaikan bahwa Pemkab sudah menanggapi masalah ini dengan mengirim surat ke MenPAN-RB. Surat yang ditandatangani langsung oleh bupati itu memohon agar honorer yang tidak lulus CPNS dan tidak masuk database tetap bisa diakomodasi sebagai P3K paruh waktu.


Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa semua honorer yang telah mengabdi lebih dari dua tahun akan diperjuangkan.


Setelah rapat MenPAN-RB dengan seluruh Sekda dan Kepala BKPSDM se-Indonesia pada 19 September, akan diadakan pertemuan lanjutan di DPRD Musi Rawas untuk membahas hasilnya. 


Serta selanjutnya, Ketua DPRD dan Sekda akan kembali men

ghadap MenPAN-RB bersama perwakilan honorer.

Advertisement

Postingan populer dari blog ini

Kepala Desa Padang Bindu Diduga Korupsi Dana Desa Besar-besaran, APH Harus Segera Bertindak

EMPAT LAWANG,-  Kepala Desa Padang Bindu kecamatan Pendopo Barat, kabupaten Empat Lawang Diduga kuat oleh masyarakat setempat lakukan korupsi Dana Desa besar-besaran, Hal itu karna dari laporan pengunaan dana desa pada tahun 2023 sampai 2024 diduga tak kunjung dikerjakan. Dikutip dari laporan pengunaan dana desa Pada tahun 2023 pemerintah desa Padang Bindu telah melaporkan pengunaan dana desa sebagai berikut : Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp 117.800.300 Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi/jagung, dll) Rp 18.047.100 Penyediaan sarana (aset tetap) perkantoran/pemerintahan Rp 89.705.490 Keadaan Mendesak Rp 118.800.000 Tahun 2024 : Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan/Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp 22.170.000 Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Draina...

Wujudkan Generasi Emas 2045, Dapur SPPG F Trikoyo Musi Rawas Resmi Beroperasi: Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal

MUSI RAWAS – Sumselinfo.com Komitmen nyata dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi nasional sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan resmi dimulai di Kabupaten Musi Rawas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Provinsi Sumatera Selatan bersama Yayasan Subur Sakti Silampari melaksanakan soft launching dan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) F Trikoyo di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas. Kehadiran unit ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memastikan asupan gizi berkualitas bagi generasi muda sebagai fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Ketua Yayasan Subur Sakti Silampari, Reza Fahlevy, S.H., menegaskan bahwa operasional SPPG F Trikoyo dirancang untuk memberikan dampak ganda (multiplier effect). Selain fokus pada distribusi pangan bergizi, unit ini juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi warga. "Kami ...

Pro Rakyat Kerja Nyata, Bupati Terpilih H. Joncik Muhammad hapus Anggaran Mobil Dinasnya untuk Pelunasan BPJS

EMPAT LAWANG,  – Kepemimpinan pro rakyat kembali diperlihatkan oleh Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad. Belum genap 100 hari menjabat, bupati yang juga dikenal sebagai Ketua KAGAMA Sumsel sekaligus Ketua KAHMI Sumsel ini sudah mengambil kebijakan penting dengan menghapus anggaran pengadaan mobil dinas untuk dirinya. Alih-alih menggunakan dana APBD untuk membeli kendaraan baru, Joncik lebih memilih menggunakan mobil pribadinya untuk berkegiatan. Sementara itu, anggaran yang semula disiapkan untuk mobil dinas dialihkan untuk melunasi tunggakan BPJS masyarakat Empat Lawang serta memperkuat layanan kesehatan di rumah sakit daerah.  Pada tahap awal, pemerintah kabupaten telah menyalurkan dana sebesar Rp10 miliar untuk membayar kewajiban BPJS, sehingga ribuan warga bisa kembali aktif memanfaatkan layanan kesehatan, pada bulan September ini seluruh kewajiban akan dituntaskan. “ yo benar, kita menghapus anggaran untuk mobil dinas baik bupati, wakil bupati maupun mobil pejabat yan...